aya putri ananta

please don't ask   this site is mine. i don't expect you to be here.

melempem

pada akhirnya saya harus tahu, apa yang benar-benar saya inginkan, dan siapa yang benar-benar saya inginkan.

yang terlupakan adalah, “apakah dia juga menginginkan saya?”

5 susunan kata ini cukup menghentak dada dan kepala saya, “seberapa penting saya untuk dia?”

ketika kini barisan kata dari dia seakan tak bernyawa dan tidak lagi renyah

masihkah perihal kisah karangan orang lain itu?

— 11 hours ago
"then come along that one person who made you understand why it never worked out with anybody else ❤"
— 2 days ago with 1 note
i feel bad, but i’m not the worst

sudahlah aya, toh ternyata hingga detik ini dia tidak juga percaya sama kamu.

masih lebih mendengar apa yang orang lain katakan ketimbang meyakini bahwa “Aya tidak seperti itu”.

sudah beberapa bulan terakhir ini kamu bertahan dengan ‘yakin’-mu pada dia, namun dia tak kunjung yakin.

sudah beberapa bulan terakhir ini kamu begitu kukuh hanya untuk mendapatkan “halo” darinya.

belum cukup untuk membuat dia yakin.

tapi satu kalimat yang dia dengar dari orang lain, dalam satu waktu, cukup untuk membuat dia memaki kamu.

— 6 days ago

Coachella 2013, Weekend 1

Coachella 2013, Weekend 1

(Source: jamiephillipcook, via fashion-eater)

— 6 days ago with 55340 notes
muka dua

saya marah, sungguh marah

saya benci, dan sungguh benci

saya kira selama ini saya sudah mengenal kamu begitu baik

ditambah dengan sambutan dari keluargamu yang begitu hangat

saya kira kamu sudah berubah

ternyata masih seperti itu

pintar sekali membuat semuanya menjadi runyam

saya bosan dengan cerita-cerita fiktif mu yang terkesan ingin menjauhkan saya dengan dia

kamu berbicara kepada saya

dan kamu juga berbicara kepada dia

MUKA DUA!

— 6 days ago
balada skripsi

kenapa masih ada aja orang yang ngeremehin orang lain sih?

seakan ngerasa ‘gue lebih pinter, elu lebih bego’

tapi ini semua masih ditanggapi senyum oleh si aya, dan tertawa kecil

kalimat-kalimat sampah tersebut kira-kira seperti ini:

1. “lu enak sih pemasaran, gampang skripsinya”

2. “aduh salah jurusan nih, harusnya masuk pemasaran aja yang gampang”

ada bermacam hal yang gue tarik dari kalimat-kalimat sejenis ini.

yaitu yang pertama mereka merasa lebih pintar, merendah untuk meninggi.

yang kedua justru mereka menyadari kalau otak mereka gak mampu untuk ada di jurusan yang sekarang, tapi mereka maksain. which is ini lebih begok lagi.

yang ketiga mereka merasa bisa lebih baik dari anak-anak jurusan pemasaran itu sendiri.

“liat tuh si aya mah ngerjain skripsinya gampang, gak kayak kita, susah”

sok-sok an sih ambil jurusan baling belibet, akhirnya belibet sendiri kan.

ya lu mamam deh tuh skripsi lu!

— 1 week ago
D.I.A

3 minggu belakangan ini sungguh hectic, apapun yang aku kerjakan selalu kukerjakan dengan tergesa-gesa. selalu merasa diburu oleh waktu. sungguh tidak mudah menjalani banyak hal yang memang betul-betul penting ‘berbarengan’. menulis skripsi berbarengan dengan kuliah 20sks itu sungguh bukan hal yang mudah. ditambah dengan serangkaian agenda yang diberikan oleh biro kemahasiswaan kampus.

disela-sela kesibukan ini, ada dia, dia, dia, dia, dia, dan dia. entah darimana mereka datangnya, seperti berlomba menawarkan kereta kencana cantik dan siap membawaku ke petualangan yang indah. cuman janji sepertinya, karena nyatanya belum ada yang benar-benar bisa membuktikan ucapannya. diantara banyak pilihan, aku masih tertuju pada ‘dia’ yang lain. tidak tahu, hatiku begitu keras untuk tetap dengan, bersama, dan menunggu dia. orang bilang aku hanya butuh waktu untuk lupa, namun aku tahu betul ini bukan hanya soal waktu. tapi soal memori dan ingatan yang selalu ingin kuulang, dan dari situ aku tahu bahwa memang dia yang ini yang benar-benar kuinginkan. tidak sampai aku dengar dari mulutnya yang memintaku untuk berhenti. saat dia berucap demikian, maka disaat itupun aku berhenti.

selama 4 bulan belakangan aku merasa diberi ruang oleh dia, untuk melakukan apa yang kuinginkan, dan apa yang sudah menjadi keharusan untuk kuselesaikan. tak aku sia-siakan waktu ini untuk benar-benar fokus pada tujuan akademis terakhirku, yaitu sarjana.

terima kasih ya, kamu seperti memberiku sesuatu tanpa harus aku memintanya :)

— 1 week ago